Thursday, July 25, 2013

NPDC (when NP met DC)



Kenalkan, Daniel Christianto

Ganteng, berbakat, pintar, menyenangkan, adaptable, loveable. Dia selalu menjadi orang yang diterima dan disukai, dimanapun dia berada. Dia spontan dan penuh ide, berwawasan dan tergila-gila akan seni, termasuk seni pakaian dan makanan. Suka banget sama sandal jepit. Si bungsu yang tidak menuntut akan kemanjaan seorang bungsu. Seorang anak dan adik yang paham benar tentang cara menjaga keluarga. Designer yang pengen tau akan banyak hal.






Dan yang ini, Nirmala Putri

Suka senyum, ga mau ribet, kecil, ga fasih terhadap fashion, senang tertawa. Saya galak dan cenderung suka ngatur, tapi untungnya Tuhan menganugerahi saya dengan hobby ketawa, itu bikin orang-orang bisa lebih netral dalam melihat saya. Saya takut sama aturan, tapi jauh di dalam hati, punya keinginan yang besar untuk break the rule. Si sulung yang punya bawaan songong. Seorang anak dan kakak yang akan mengusahakan berbagai hal untuk menjaga keluarganya. Dan sarjana psikologi yang punya bawaan kepo.



Diliat dari gambaran singkat yang saya kasih, bisa diliat bahwa kami punya peluang yang besar untuk saling tertarik. Buat orang yang takut aturan seperti saya, cowok spontan dan penuh ide kayak Daniel jelas sangat menarik. Selalu ada hal baru dari Daniel yang bikin saya excited. Dia ajak saya untuk berani menjelajahi banyak hal, dan ga terlalu banyak mikir untuk hal-hal yang ga terlalu perlu dipikirin. Ketertarikan Daniel terhadap fashion juga bikin dia selalu jadi penasehat saya dalam belanja baju dan sepatu. Trus, dia selalu menjadi partner yang asik untuk nyoba berbagai makanan. Sebaliknya, Daniel pernah bilang bahwa ketakutan saya terhadap aturan membantu dia untuk mencoba lebih teratur.


Semuanya berawal dari JavaJazz 2012. Saya datang bareng beberapa teman yang juga adalah teman Daniel. Mereka temen dari kantor tempat saya kerja dulu. Daniel juga kerja di sana. Tapi dia baru kerja setelah saya resign, jadi saya ga sempet kenal dia dulu. Dan berkenalanlah kami.
Di hari itu, kami justru ga banyak ngobrol. Yang terjadi adalah, kami nonton konser yang beda-beda. Kalaupun sama, tempat kami kepisah jauh. Kami baru barengan di pertunjukkan terakhir, trus pulang bareng rame-rame sama temen yang lain.

Kelar di sini kisah tentang hari pertama.


Beberapa hari kemudian, seorang teman kasih pin BB Daniel ke saya (sampe sekarang, saya ga tau apa tujuannya). Saya add pin BB Daniel, trus ajak dia ngobrol tentang kerjaan. Dan hubungan pun terus berlanjut. Hihi…
BBM-an sama dia kayak nyandu. Saya hampir selalu ketawa-ketawa sendiri kalo lagi BBM-an sama dia. Tapi, kalo lagi ngebahas topik serius, saya bisa bengong karena kekayaan pengetahuan dia tentang banyak hal, tentang musik, politik, sejarah, hewan, tumbuhan, pendidikan, apapun. 2 bulan setelah itu, kami pacaran. Dan sekarang, kami sedang menyiapkan pernikahan


Well, siapa yang menduga bahwa datang ke konser musik menjadi salah satu cara Tuhan mempertemukan saya dengan calon pasangan hidup. Pasangan yang berhasil membuat berat badan saya naik 6 kg, pasangan yang selalu tau cara untuk membuat saya tertawa di saat sedih, yang mendorong saya untuk lebih spontan dan lepas. Dan semuanya menyenangkan.

Kami udah pacaran 14 bulan. Kami tau bahwa hubungan kami bukan sekedar makan bareng atau ketawa bareng. Kami bukan sekedar mengasihi satu sama lain, tapi mengasihi keluarga pasangan. Kami belajar menjaga hubungan, menjaga komitmen kami. Daniel banyak mengajarkan saya tentang cara bertahan menghadapi masalah, tentang keberanian untuk mencoba, tentang berjuang untuk melawan tantangan.
Kami masih terus berusaha saling memberikan yang terbaik untuk hubungan ini, dan tidak akan berhenti. Masih banyak hari yang akan kami jalani bersama, baik cerah, mendung, maupun hujan. Dan masih banyak cerita yang akan saya bagikan di sini, cerita tentang kami yang mungkin dapat menghibur dan memberi inspirasi buat kalian. Enjoy :)

Thursday, June 28, 2012

saat saya mampu belajar



Yaaakkk…after months, saya mencoba nulis lagi. Tulisan pertama ini dimaksudkan untuk membangkitkan lagi keinginan saya untuk menulis, hehehe..

Jadi, saya baru merayakan ulang tahun beberapa minggu yang lalu. Ulang tahun yang menyenangkan. Dikelilingi banyak cinta, dipenuhi banyak kasih, diwarnai banyak tawa. Hari ulang tahun saya jatuh di hari Sabtu. Bertambah sempurna karena saya bisa bangun siang di hari ulang tahun, hahaha…

Tepat jam 12 malam, mama tercinta bangunin saya. Dia masuk ke kamar sambil bawa-bawa map. Ngucapin “selamat ulang tahun” plus doa-doanya, dikecup-kecup, trus kasih map itu. Itu menyenangkan, hehe… Kecupan dari mama selalu terasa penuh cinta. Balik ke kronologisnya, ternyata map itu titipan hadiah dari sang kekasih hati (terlalu klasik, jadi abis ini kita sebut aja dia D!) yang pas saya ultah, dia lagi ga di Jakarta. D! udah enak tidur dari jam 10. Dia bilang gini “mal, aku ngantuk banget. Sorry yah, ga bisa nunggu ampe jam 12. Maaf yah…”. Ya intinya gitu. Cewek-cewek lain mungkin mikir dia cuma boongan, lagi siapin surprise dan sebagainya. Tapi ga begitu dengan D!. Ketika dia bilang mau tidur di jam-jam 10an, artinya dia bener-bener tidur. Jadi saya juga ga ngarep dia bakal telepon jam 12 malam. Dia akhirnya kebangun jam 3, dan telepon saya. Yaudah, kita ngobrol sampe sekitar jam 5. Oya, map hadiah dari D! berisi gambar. Gambar saya yang dibuat sendiri sama dia. Senang, sangat senang, hehehe… Berasa special.
Ini foto-fotonya:





Ok, saya lanjut tidur jam 5, dengan harapan bisa bangun siang. Baru merasa tidur sebentar, terdengar grasah grusuh di kamar. Dengan mata sepet, saya nengok ke arah pintu. Ada cahaya-cahaya lilin gitu. Masih agak ga ngerti, apa yang terjadi, hahaha. Sekitar 1-2 menit kemudian, baru sadar, ada 3 wanita cantik bawa-bawa kue. Hihi… Kalian sukses bikin saya bingung. Itu kayaknya sekitar jam setengah 8. Habis itu, prosesi make a  wish dan tiup lilin. Trus kita ke luar, yang mana di luar ternyata udah ada 2 pria, teman saya juga. Kita ngobrol-ngobrol, trus pergi makan ke rumah Dea yang rumahnya deket sama saya. Begitulah, jam-jam berikutnya saya habiskan sama keluarga di rumah, dan pergi makan.
Ini sama sahabat-sahabat yang rela pagi-pagi, tanpa mandi, ke rumah saya:





Satu lagi, ini pas dikasih kue di kantor di hari Senin-nya:


Postingan kali ini sebenernya bukan untuk cerita tentang kisah di hari ultah saya. Saya cuma mau share beberapa hal yang saya pelajari selama 2 tahun ini. Hal-hal yang sebelumnya cuma saya ketahui dari buku atau dari cerita orang, tapi benar-benar saya alami sendiri pada akhirnya.

Saya belajar untuk bukan hanya menerima rencana Tuhan, tapi belajar untuk kehilangan rencana saya
Saya belajar untuk melangkah maju tanpa menengok ke balakang
Saya belajar untuk bukan hanya menjalani kehendak Tuhan, tapi melepaskan kehendak saya
Saya belajar untuk mencari hal indah dalam keadaan yang sepertinya hancur
Saya belajar mengampuni diri sendiri dan orang lain
Saya belajar memaksa diri melihat gambaran besar rencana Tuhan ketika yang mampu saya lihat hanya bagian kecil yang rusak
Saya belajar untuk bukan hanya berjuang memenuhi keinginan Tuhan, tapi belajar menyerahkan keinginan saya
Saya belajar untuk percaya ketika Tuhan terasa sulit dipercaya

Dan pada akhirnya, saya dibuat menyadari bahwa setiap pelajaran yang saya peroleh, bukan atas kepintaran saya, bukan atas hikmat saya. Anugerah Tuhan yang membuat saya mampu melihat dan mempelajari semuanya.

Maka, biarlah ucapan syukur saya di setiap harinya bukan hanya menjadi ucapan yang klise, tapi sungguh-sungguh ucapan cinta dari anak kepada Bapanya.